Jumat, 17 Desember 2010

Indahnya Bersamamu


Dear Herman Petrik & Dewi Sekar Sari "09 juli 2010"
Dewi sekar sari namanya, wanita berparas cantik, bertubuh tinggi dan berisi ini, mampu mebuat hati ku luluh lantah bagaikan es yang terkena panasnya,, sungguh ia lah yang aku cari selama ini,,, ia yang mampu membuat ku mengerti arti cinta,, ia mampu menerima aku apa adanya,, tuhan jika ia adalah jodohku maka ikatlah kami dalam satu ikatan pernikahan aga ia menjadi halal bagiku,, tetapi jika tidak janganlah engkau buat ia menjadi haram bagiku,, amien ya rabbbb..
Seuntai puisi untukmu Dewi Sekar Sari

Kaukah yang meminjamkan cantik pada senja, bidadari? Langit lembayung membentang dari senyummu hingga semesta. Kauhiasi malam api cinta. Aku tertegun dan kau anggun. Sayapsayap cinta mengepak dalam kalbu. Aku hilang dalam unggun.
Desau angin seperti kapas jatuh perlahan seperti lembut belaian. Kaukah yang meminjamkan tangantanganmu pada angin? Hanyut menyelusup ke dalam dingin kabut. Sejuk menyelimut denting sendiku.
Malam beranjak. Rembulan perak. O, sorot mata yang hanya bisa kutebak sebagai sajak. Sejuta makna menyelinap. Kaupinjamkan pada rembulankah tatapanmu? Teduh merebak di lembah hatiku. Menandai jejak langkahku dengan ciprat cahaya.
Tahun adalah belantara di mana semak-semaknya kauganti tanami mawar
adalah hari-hari mengalir bagai sungai dan kauganti arus dengan lenganlenganmu
adalah malam-malam mengembara dan kau bintang yang menuntunku
adalah waktu yang kauganti dengan detak jantungmu
maka jejakmu menjadi tempat paling indah untuk kuciptakan kenangan.

Kamis, 04 November 2010

ASUHAN KEPERAWATAN ANGINA PEKTORIS. PPT


ASKEP ANGINA PEKTORIS
MATA AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1
SUB POKOK BAHASAN
A.  TINJAUAN TEORITIS
1.ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG
2.DUA SIRKULASI SISTEM KARDIOVASKULER
3.ALIRAN DARAH ARTERI KORONER
4.ANGINA PEKTORIS
5.ETIOLOGI
6.TIPE ANGINA PEKTORIS
7.PATHWAYS
8.FAKTOR-FAKTOR RESIKO
9.FAKTOR-FAKTOR PENCETUS SERANGAN
B.  ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
2.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIKKEPERAWATANINTERVENSI
3.EVALUASI
A. ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG
1. Anatomi Jantung
  Jantung adalah organ berotot dengan empat ruang yang terletak dirongga dada, dibawah perlindungan tulang iga, sedikit kesebelah kiri sternum. Jantung terdapat didalam sebuah kantung longgar berisi cairan yang disebut pericardium
2.  Fisiologi jantung
a. fisiologi otot jantung
  Terdiri dari tiga otot jantung yang utama yaitu otot atrium, otot ventrikel dan serat otot khusus pengantar rangsangan, sebagai pencetus rangsangan.
b. Elektrofisiologi sel otot jantung
  Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membrane sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membrane tersebut
c. siklus jantung
  Jantung mempunyai 4 popa yang terpisah. Dua pompa primer atrium dan dua pompa tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai akhir kontraksi berikutnya dinamakan silkus jantung
B.  DUA SIRKULASI SISTEM KARDIOFASKULER
1. sirkulasi sistemik
  Darah masuk ke atrium kiri dari vena pulmonalis. Darah di atrium kiri mengalir kedalam ventrikel kiri melalui katup atrioventrikel (AV), yang terletak di sambungan atrium dan ventrikel. Katup ini disebut katup mitralis
2. sirkulasi paru
  Darah diatrium kanan mengalir ke ventrikel kanan melalui katup AV lainnya yang disebut katup semilunaris (atau trikuspidalis). Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melalui katup keempat, katup pulmonaris, kedalam arteri pulmonaris
C.  ALIRAN DARAH ARTERI   KORONER
Dua arteri besar , yang disebut arteri koroner kiri dan kanan, merupakan cabang dari aorta segera setelah aorta keluar  dari ventrikel kiri dan mensuplai darah kejantung
D. PENGERTIAN ANGINA PEKTORIS
Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik, 1993)
Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996)
Angina pektoris adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler)
Angina pektoris adalah gejala klasik penyakit arteri koroner (rencana asuhan keperawatan, marilynn e. Doenges)

E.  ETIOLOGI
Angina Pectoris disebabkan oleh karena berkurangnya aliran darah ke arteria coronaria yang disebabkan oleh
Ateriosklerosis
Spasme arteri koroner
Anemia berat
Artritis
Aorta Insufisiensi
F.  TIPE ANGINA PECTORIS
1.Angina Stabil
2.Angina Non stabil (angina prainfark, angina kresendo)
3.Varian angina
G.  PATHWAYS
H. FAKTOR-FAKTOR RESIKO
1.Dapat Diubah (dimodifikasi)
    EX :
vDiet (hiperlipidemia)
vRokok
vHipertensi
2.Tidak dapat diubah
  EX :
vUsia
vJenis Kelamin
vRas
I.  FAKTOR PENCETUS SERANGAN
Faktor pencetus yang dapat menimbulkan serangan antara lain :
1. Emosi
2. Stress
3. Kerja fisik terlalu berat
4. Hawa terlalu panas dan lembab
5. Terlalu kenyang
6. Banyak merokok
ASUHAN KEPERAWATAN
A.  PENGKAJIAN
Data spesifik yang berhubungan dengan nyeri yaitu:
Letak.
Kualitas nyeri
Lamanya serangan
Gejala yang menyertai
Hubungan dengan aktivitas
Data lain yang dijumpai:
Perilaku pasien
Perubahan gejala vital
Perubahan cardiac
Pola serangan angina
B.  PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.Elektro Kardio Gram.
2.Holter Monitor.
3.Ekokardiografi
4.Foto Rontgen Dada
5.Pemeriksaan Laboratorium
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.Berdasarkan pada data pengkajian, diagnosa keperawatan utama untuk klien angina pectoris meliputi :
2.Nyeri berhubungan dengan ischemia miokardium
3.Curah jantung menurun berhubungan dengan gangguan kontraksi
4.Cemas berhubungan dengan rasa takut akan kematian
5.Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan deficit knowledge.
D.  INTERVENSI
E.  Evaluasi Keperawatan
Hasil yang diharapkan :
ØBebas dari nyeri.
ØMenunjukkan penurunan kecemasan : memahami penyakit dan tujuan perawatannya, mematuhi semua aturan medis, mengetahui kapan harus meminta bantuan medis bila nyeri menetap.
ØMematuhi program perawatan diri : menunjukkan pemahaman mengenai terapi farmakologi, kebiasaan sehari-hari mencerminkan penyesesuaian gaya hidup pada pasien angina.

ASUHAN KEPERAWATAN ANGINA PEKTORIS. PPT


ASKEP ANGINA PEKTORIS
MATA AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1
SUB POKOK BAHASAN
A.  TINJAUAN TEORITIS
1.ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG
2.DUA SIRKULASI SISTEM KARDIOVASKULER
3.ALIRAN DARAH ARTERI KORONER
4.ANGINA PEKTORIS
5.ETIOLOGI
6.TIPE ANGINA PEKTORIS
7.PATHWAYS
8.FAKTOR-FAKTOR RESIKO
9.FAKTOR-FAKTOR PENCETUS SERANGAN
B.  ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
2.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIKKEPERAWATANINTERVENSI
3.EVALUASI
A. ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG
1. Anatomi Jantung
  Jantung adalah organ berotot dengan empat ruang yang terletak dirongga dada, dibawah perlindungan tulang iga, sedikit kesebelah kiri sternum. Jantung terdapat didalam sebuah kantung longgar berisi cairan yang disebut pericardium
2.  Fisiologi jantung
a. fisiologi otot jantung
  Terdiri dari tiga otot jantung yang utama yaitu otot atrium, otot ventrikel dan serat otot khusus pengantar rangsangan, sebagai pencetus rangsangan.
b. Elektrofisiologi sel otot jantung
  Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membrane sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membrane tersebut
c. siklus jantung
  Jantung mempunyai 4 popa yang terpisah. Dua pompa primer atrium dan dua pompa tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai akhir kontraksi berikutnya dinamakan silkus jantung
B.  DUA SIRKULASI SISTEM KARDIOFASKULER
1. sirkulasi sistemik
  Darah masuk ke atrium kiri dari vena pulmonalis. Darah di atrium kiri mengalir kedalam ventrikel kiri melalui katup atrioventrikel (AV), yang terletak di sambungan atrium dan ventrikel. Katup ini disebut katup mitralis
2. sirkulasi paru
  Darah diatrium kanan mengalir ke ventrikel kanan melalui katup AV lainnya yang disebut katup semilunaris (atau trikuspidalis). Darah keluar dari ventrikel kanan dan mengalir melalui katup keempat, katup pulmonaris, kedalam arteri pulmonaris
C.  ALIRAN DARAH ARTERI   KORONER
Dua arteri besar , yang disebut arteri koroner kiri dan kanan, merupakan cabang dari aorta segera setelah aorta keluar  dari ventrikel kiri dan mensuplai darah kejantung
D. PENGERTIAN ANGINA PEKTORIS
Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik, 1993)
Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996)
Angina pektoris adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler)
Angina pektoris adalah gejala klasik penyakit arteri koroner (rencana asuhan keperawatan, marilynn e. Doenges)
E.  ETIOLOGI
Angina Pectoris disebabkan oleh karena berkurangnya aliran darah ke arteria coronaria yang disebabkan oleh
Ateriosklerosis
Spasme arteri koroner
Anemia berat
Artritis
Aorta Insufisiensi
F.  TIPE ANGINA PECTORIS
1.Angina Stabil
2.Angina Non stabil (angina prainfark, angina kresendo)
3.Varian angina
G.  PATHWAYS
H. FAKTOR-FAKTOR RESIKO
1.Dapat Diubah (dimodifikasi)
    EX :
vDiet (hiperlipidemia)
vRokok
vHipertensi
2.Tidak dapat diubah
  EX :
vUsia
vJenis Kelamin
vRas
I.  FAKTOR PENCETUS SERANGAN
Faktor pencetus yang dapat menimbulkan serangan antara lain :
1. Emosi
2. Stress
3. Kerja fisik terlalu berat
4. Hawa terlalu panas dan lembab
5. Terlalu kenyang
6. Banyak merokok
ASUHAN KEPERAWATAN
A.  PENGKAJIAN
Data spesifik yang berhubungan dengan nyeri yaitu:
Letak.
Kualitas nyeri
Lamanya serangan
Gejala yang menyertai
Hubungan dengan aktivitas
Data lain yang dijumpai:
Perilaku pasien
Perubahan gejala vital
Perubahan cardiac
Pola serangan angina
B.  PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.Elektro Kardio Gram.
2.Holter Monitor.
3.Ekokardiografi
4.Foto Rontgen Dada
5.Pemeriksaan Laboratorium
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.Berdasarkan pada data pengkajian, diagnosa keperawatan utama untuk klien angina pectoris meliputi :
2.Nyeri berhubungan dengan ischemia miokardium
3.Curah jantung menurun berhubungan dengan gangguan kontraksi
4.Cemas berhubungan dengan rasa takut akan kematian
5.Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan deficit knowledge.
D.  INTERVENSI
E.  Evaluasi Keperawatan
Hasil yang diharapkan :
ØBebas dari nyeri.
ØMenunjukkan penurunan kecemasan : memahami penyakit dan tujuan perawatannya, mematuhi semua aturan medis, mengetahui kapan harus meminta bantuan medis bila nyeri menetap.
ØMematuhi program perawatan diri : menunjukkan pemahaman mengenai terapi farmakologi, kebiasaan sehari-hari mencerminkan penyesesuaian gaya hidup pada pasien angina.
Bagi yang masih mau bayar kmb secepatnya daftar ke agung sekarang rp 1500

SATUAN ACARA PENYULUGHN


SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
(SAP)

Diagnosa Keperawatan        :  Kurangnya pengetahuan, pencegahan penyakit
Pokok Pembahasan              :  Gangguan Sistem Endokrin Diabetes Melitus (DM)
Sub Pokok Bahasan             :  Diet Pasien Diabetes Melitus (DM)
Sasaran                                 :  Individu
Waktu                                  :  1 x 30 menit
Tanggal                                :  29 oktober 2010
Tempat                                 :  STIKES YARSI Pontianak

A.    Tujuan
  1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah menerima pendidikan kesehatan, Tn. M dan keluarga dapat memahami cara penanggulangan penyakit Diabetes Militus (DM).
  1. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah menerima pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit klien dan keluarga dapat :
a.        Pengertian Diabetes Melitus.
b.        Tanda dan gejala Diabetes Melitus.
c.         Penatalaksanaan.
d.       Diet Diabetes Melitus

B.     Materi Pembelajaran
1.         Pengertian Diabetes Melitus
2.         Tanda dan gejala Diabetes Melitus
3.         Penatalaksanaan diabetes melitus
4.         Diet Diabetes Melitus



C.     Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan perawat
Respon pasien
1.      Pembukaan selama 5 menit
a.       Mengucapkan salam.


b.      Memperkenalkan diri.


c.       Menjelaskan maksud dan tujuan.




d.      Membuat kesepakatan waktu.



e.       Mengkondisikan klien untuk berkonsentrasi klien berkonsentrasi.

f.       Apersepsi.






2.      Penyampaian inti selama 20 menit
a.       Menjelaskan tentang.
1.      Pengertian Diabetes Melitus
2.      Tanda dan gejala Diabetes Melitus.
3.      Penatalaksanaan.
4.      Diet Diabetes Melitus
b.      Memberikan kesempatan kepada klien dan keluarga untuk bertanya tentang materi yang disampaikan



3.      Penutup selama 5 menit
a.         Mengevaluasi ulang tentang materi yang disampaikan.




b.        Mengakhiri dengan mengucapkan salam penutup.

c.         Kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya.

a.       Pasien menjawab salam.
b.      Pasien menerima perkenalan.
c.       Pasien mendengarkan dan mengetahui maksud dan tujuan perawat.
d.      Pasien meyetujui kontrak waktu yang dibuat.
e.       Klien menyimak dengan tenang.
f.       Klien menyebutkan pengertian hipertensi menurut persepsinya.


a.       klien mendengarkan dengan baik dan kooperatif.

b.      Klien dan keluarga bertanya tentang materi yang belum di mengerti

a.       Klien dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang dilontarkan.
b.      Klien manjawab salam.
c.       Klien bersedia menerima kontrak selanjutnya.

D.    Metode
  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. Demonstrasi dan Redemonstrasi



E.     Evaluasi
  1. Prosedur       :  setelah penjelasan materi
  2. Jenis             :  lisan
  3. Bentuk         :  uraian singkat
  4. Alat evaluasi   :
a.       Apa yang dimaksut dengan diabetes melitus ?
b.      Sebutkan beberapa tanda dan gejala DM ? Minimal 3 !
c.       Bagaimana cara penatalaksanaan dari penyakit DM ?
  1. Kunci jawaban .
a.         Suatu komponen gejala yang timbul pada seseorang yang di sebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin
b.         Tanda dan gejalanaya adalah
1.        sering haus
2.        sering kencing
3.        sering / cepat lapar
4.        kelemahan
5.        luka susah sembuh
6.        kelelahan
7.        kesemutan pada kaki
8.        gatal-gatal
9.        penglihatan kabur
10.    gairah sex menurun
c.         Lataihan jasmani dan Perencanaan makanan dan diet
  1. Evaluasi afektif : bagaimana perasaan Tn. M dan keluarga setelah mendapatkan penjelasan tentang DM.

F.      Sarana dan Sumber Pembelajaran
1.      Media : lembar balik, leafleat, contoh makanan.
2.      Sumber :
a.       Ilmu Penyakit Dalam. Edisi II. Jilid II (FKUI, Jakarta, 2001).
b.      Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. (FKUI, Jakarta,1995)
c.       Bagaimana Mengobati Diabetes Secara Mandiri (FKUI, Jakarta, 1992)
d.      Diabetes Melitus (PT Gramedi Pustaka Utama, Jakarta, 1996)



























MATERI PEMBELAJARAN
DIABETES MELITUS


  1. PENGERTIAN DIABETES MELITUS
Suatu komponen gejala yang timbul pada seseorang yang di sebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin
  1. TANDA DAN GEJALA DIABETES MELITUS
1.    sering haus
2.    sering kencing
3.    sering / cepat lapar
4.    kelemahan
5.    luka susah sembuh
6.    kelelahan
7.    kesemutan pada kaki
8.    gatal-gatal
9.    penglihatan kabur
10.    gairah sex menurun
  1. PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS
1.         Latihan jasmani
Dianjurkan 3 – 4 kali tiap minggu selama 30 menit. Misalnya jalan kaki, jogging, renang, bersepeda dan mendayung.
2.         Perencanaan makanan dan diet
Tujuan :
a.        mempertahankan gula darah dalam keadaan normal
b.        menjamin nutrisi yang optimal
c.         mencapai dan mempertahankan berat badan ideal
3.          Obat-obatan
        Obat harus diminum sesuai anjuran dokter dan control secara teratur 

  1. CONTOH – CONTOH MAKANAN DAN PENGOLAHANNYA
1.    bahan makanan yang dianjurkan
a.         sumber karbohidrat : nasi, roti, mie, kentang, singkong, ubi,
dan sagu
b.         sumber protein         : ikan, ayam, susu krim, tempe, tahu,
dan kacang kacangan
c.          sumber lemak           : minyak, kelapa, dan mentega
2.    bahan makanan yang tidak dianjurkan
a.         mengandung banyak gula sederhana      : gula pasir, gula jawa, sirop, jamu, jeli, buah buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan dan es krim, dan kue kue manis
b.        mengandung lemak :                                   cake, makanan siap sajidan gorengan
c.       mengandung natrium :                               ikan asin, telur asin danmakanan yang diawetkan
3.      contoh takaran menu diet
a.        nasi                      550 gr/hari                    nasi 1 gelas = 150 gr
b.        ikan                      80 gr/hari                   ikan 1 potong = 40 gr
c.         daging                 35 gr/hari                daging 1 potong = 35 gr
d.       tempe                  150 gr/hari               tempe 2 potong = 50 gr
e.        sayuran   200 gr/hari                 sayur 1 gelas = 100 gr
f.          buah                    760 gr/hari      1 ptng besar papaya = 190 gr
g.        minyak    30 gr/hari                   minyak 2 sdm = 10 gr
Contoh Menu dan Jadwal Makan Penderita DM (1900 kkal)
Waktu
Bahan Makanan
Kebutuhan Bahan
Porsi
Contoh Menu
Pagi
Roti
Margarin
Telur
2 Iris
½ sdm
1 btr
1 (P)
1 (P)
1 (P)
Roti Panggang
Margarin
Telur Rebus
Teh Panas
10.00
Pisang
1 Buah
1(P)
Pisang
Siang
Nasi
Udang
Tahu
Minyak
Sayuran
Kelapa
Jeruk
1 ½ gelas
5 ekor
1 potong
½ sdm
1 gelas
5 sdm
1 buah
2 (P)
1 (P)
1 (P)
1 (P)
1 (P)
1 (P)
1 (P)
Nasi
Oseng-Oseng
Udang, Tahu, Cabe Hijau
Air Putih
16.00
Duku
16 buah
1 (P)
Duku
Malam
Nasi
Ayam
Kacang Merah
Sayuran
Minyak
Apel Malang
1 ½ gelas
1 potong
2 sdm
1 gelas
½ sdm
1 buah
2 (P)
1 (P)
1 (P)
1 (P0
1 (P)
1(P)
Nasi
Sop Ayam
Kacang Meras
Tumis Sayuran
Apel
Air Putih

  1. PENATALAKSANAAN PADA KLIEN HIPOGLIKEMI
1.         Minumlah segera segelas sirup
2.         makanlah 1-2 sendok makan gula pasir atau gula gula
3.         melapor segera kedokter